Papdanews
KEBUMEN – Semangat gotong royong kembali menjadi denyut pembangunan di Kabupaten Kebumen. Prajurit Kodim 0709/Kebumen bersama warga bahu-membahu melaksanakan pembangunan jembatan beton di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, yang nantinya akan menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat. Di balik setiap adukan semen dan bentangan baja, terpatri semangat kebersamaan untuk menghadirkan infrastruktur yang kokoh demi masa depan desa.
Jembatan dengan panjang 15 meter, lebar 2 meter, dan kapasitas beban hingga 10 ton ini dibangun melintasi sungai selebar 13 meter. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik untuk mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, maupun akses layanan pendidikan dan kesehatan bagi sekitar 1.000 jiwa atau 250 Kepala Keluarga yang akan merasakan manfaatnya.
Saat ini pembangunan memasuki sejumlah tahapan penting, mulai dari pembuatan area putar kendaraan material, pemasangan gelagar baja tipe WF, pemasangan pembatas jembatan, hingga pekerjaan lantai beton dan jalan pendekat yang meliputi pembesian, pemasangan bekisting, serta pengecoran beton. Seluruh proses dikerjakan secara bertahap dengan mengutamakan kualitas konstruksi agar jembatan memiliki daya tahan yang optimal.
Pembangunan tersebut melibatkan 6 personel TNI, 2 personel Zeni Bangunan (Zibang), serta 12 warga masyarakat yang bekerja berdampingan tanpa mengenal lelah. Sinergi ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada teknologi dan material, tetapi juga lahir dari semangat gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa.
Komandan Kodim 0709/Kebumen menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam mendukung percepatan pembangunan. Melalui karya nyata seperti pembangunan jembatan ini, TNI terus berupaya mempererat kemanunggalan dengan rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.
Bagi warga Desa Wonorejo, jembatan ini bukan sekadar penghubung dua sisi sungai. Ia adalah simbol harapan, pemersatu aktivitas masyarakat, sekaligus bukti bahwa ketika TNI dan rakyat berjalan beriringan, setiap hambatan dapat diubah menjadi jalan menuju kemajuan. Dari desa, semangat membangun negeri terus tumbuh, menguatkan langkah menuju Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.
(Red)

