Papdanews / Jateng
SEMARANG – Paguyuban Putra Daerah Kota Semarang (PAPDA) melalui unit kreatifnya, PAPDA Production Semarang, kembali melanjutkan proses produksi film series bertema Ramadan setelah sebelumnya sukses menggelar kegiatan casting fragmen pendek pada Minggu, 15 Februari 2026.
Kegiatan syuting kali ini dilakukan untuk produksi film series berjudul “Adzan yang Sah”, yang direncanakan tayang setiap hari selama bulan suci Ramadan. Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara agensi kreatif bersama PAPDA Protection dan tim produksi film lokal Semarang.
Deby Perwakilan agensi menyampaikan bahwa proses syuting berjalan lancar dan penuh semangat. Para peserta kelas akting yang terlibat dinilai telah menunjukkan peningkatan kemampuan yang signifikan sehingga proses pengambilan gambar dapat dilakukan secara efektif tanpa banyak pengulangan adegan.
“Syuting hari ini terasa sangat seru. Anak-anak kelas akting sudah semakin pintar, sehingga tidak perlu banyak pengulangan. Kami didukung kru yang luar biasa dari Papda Production serta talenta-talenta muda yang hebat,” ujarnya di sela kegiatan syuting.
Film “Adzan yang Sah” disutradarai oleh H. Rozikin Sebastian, BD dengan Arinda Kusuma Mau Linda sebagai pemeran utama. Penampilan Arinda dinilai mampu membawakan karakter dengan baik dan menjadi salah satu kekuatan utama dalam film tersebut.
Menurut tim produksi, kerja sama antar pemain dan kru berjalan solid sehingga proses produksi berlangsung kondusif.
Diharapkan karya ini tidak hanya menjadi tontonan hiburan, tetapi juga membawa pesan moral dan nilai spiritual bagi masyarakat selama Ramadan.
Secara genre, film ini mengangkat drama religi dengan pesan utama tentang makna puasa yang sesungguhnya. Tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan emosi, menjaga ucapan, serta membersihkan hati dan pikiran agar menjadi pribadi yang lebih sabar dan membawa kebaikan bagi sesama.
Melalui produksi ini, PAPDA Production Semarang berharap dapat terus menghadirkan karya kreatif yang inspiratif serta memperkuat industri perfilman lokal di Kota Semarang.
Tim produksi juga optimistis kolaborasi ke depan akan melahirkan karya-karya yang lebih berkualitas dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
(ekadian.k)

